Wamenaker Immanuel Ebenezer Ditangkap KPK: Kronologi OTT hingga Penyitaan 15 Mobil dan 7 Motor

2 min read

Berita Bijak – Nasional, (21/08/2025). Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menangkap Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer atau yang akrab disapa Noel. Penangkapan dilakukan melalui operasi tangkap tangan (OTT) di Jakarta pada Rabu malam, 20 Agustus 2025, dan diumumkan ke publik pada Kamis, 21 Agustus 2025.

Penangkapan ini terkait dugaan kasus pemerasan dalam pengurusan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan.

Kronologi OTT Wamenaker Noel

  1. 20 Agustus 2025 (Malam)
    Tim KPK melakukan OTT di beberapa titik di Jakarta, Depok, dan Tangerang. Noel diamankan bersama sejumlah pihak lain.
  2. 21 Agustus 2025 (Pagi – Siang)
    KPK mengonfirmasi penangkapan Noel. Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto menyebutkan, ada 14 orang lainnya yang turut diamankan dalam OTT tersebut.
  3. 21 Agustus 2025 (Sore)
    KPK resmi menahan Noel setelah menjalani pemeriksaan intensif.

Barang Bukti yang Disita KPK

Dalam OTT ini, KPK tidak hanya menangkap Noel, tetapi juga mengamankan aset mewah berupa kendaraan roda empat dan roda dua.

  • 15 Mobil: termasuk merek BMW, Nissan GT-R R35, Hyundai Palisade, dan kendaraan mewah lainnya.
  • 7 Sepeda Motor: di antaranya terdapat motor gede dan Ducati.

Kendaraan tersebut dipamerkan KPK di Gedung Merah Putih, Jakarta. Total, ada 22 unit kendaraan yang kini berstatus sebagai barang bukti.

Selain kendaraan, KPK juga menyita uang tunai dan dokumen penting yang diduga berkaitan dengan praktik pemerasan.

Kekayaan Immanuel Ebenezer

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Noel tercatat memiliki kekayaan sekitar Rp17,6 miliar. Namun, jumlah barang bukti yang ditemukan KPK menimbulkan tanda tanya besar mengenai sumber kekayaan tambahan tersebut.

Kasus penangkapan Wamenaker Noel menjadi sorotan publik dan ramai diperbincangkan di media sosial. Pihak Istana hingga saat ini belum memberikan pernyataan resmi, namun KPK menegaskan akan segera melanjutkan proses hukum dan menjerat pihak-pihak lain yang terlibat.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours