Palangka Raya Bersiap Jadi Pusat Pendidikan Militer Terpadu di Kalimantan

2 min read

Berita Bijak – Palangkaraya.Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) bersiap mengambil peran sentral dalam peta pertahanan nasional. Bumi Tambun Bungai ini diproyeksikan menjadi pusat baru pengembangan SDM militer lewat rencana pendirian Resimen Induk Daerah Militer (Rindam) serta penunjukan sebagai lokasi percontohan (pilot project) pembentukan Komponen Cadangan (Komcad) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

​Kabar strategis ini disampaikan oleh Pangdam XXII/Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin, Selasa (3/3/2026) sore. Ia menjelaskan bahwa pemusatan pendidikan militer di Palangka Raya merupakan langkah jangka panjang untuk memperkuat struktur pertahanan di wilayah Kalimantan.

​“Kita antisipasi pembangunan SDM ke depan. Nantinya seluruh pendidikan tentara, mulai dari Bintara, Tamtama, hingga pendidikan Kejuruan akan dipusatkan di Palangka Raya, Kalimantan Tengah,” jelas Pangdam usai agenda buka puasa di Makodam XXII/Tambun Bungai.

​Selain infrastruktur pendidikan militer, Kalteng juga mencetak sejarah sebagai daerah pertama di Indonesia yang akan menerapkan program Komcad bagi pegawai pemerintah daerah. Jika sebelumnya program ini lebih banyak menyasar lingkungan kementerian, kini para ASN di lingkup Pemprov dan Pemkab/Pemkot di Kalteng akan menjadi pelopor.

​“Untuk Komcad, kita jadikan Kalimantan Tengah sebagai pilot project bagi ASN Pemerintah Daerah. Ini mungkin yang pertama di Indonesia untuk tingkat pemda,” imbuh Mayjen Zainul Arifin.

​Menanggapi rencana besar tersebut, Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, menyatakan kesiapan jajarannya untuk memfasilitasi kebutuhan tersebut. Baginya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan TNI sangat krusial, terutama dalam menjaga stabilitas keamanan di tengah dinamika global yang terus berubah.

​Gubernur bahkan telah bergerak cepat dengan mengonsolidasikan dukungan dari seluruh kepala daerah di tingkat kabupaten dan kota untuk menyukseskan pembangunan Rindam.

“Pastinya kami dukung penuh. Program luar biasa seperti ini tidak mungkin kita biarkan begitu saja. Kami sudah melakukan rapat koordinasi dengan para Wali Kota dan Bupati untuk membahas dukungan terhadap pembangunan Rindam ini,” tutur Agustiar.

​Pemerintah Provinsi berharap, kehadiran sentra pendidikan militer dan keterlibatan aktif ASN dalam sistem pertahanan negara tidak hanya memperkuat aspek keamanan, tetapi juga menciptakan sinergi yang lebih solid antara aparatur sipil dan militer di Kalimantan Tengah.(bb)

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours