Berita Bijak – Palangkaraya. Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Agustiar Sabran menghadiri High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel).
Pertemuan tingkat tinggi ini menjadi momentum krusial untuk mempercepat transformasi digital dalam tata kelola keuangan di daratan Kalimantan.
Kegiatan strategis yang diselenggarakan di Swiss-Belhotel Danum Palangka Raya, Rabu (15/4/2026) tersebut secara khusus memfokuskan pembahasan pada upaya taktis mendorong percepatan digitalisasi transaksi pemerintah daerah (ETPD).
Langkah ini dinilai sangat strategis guna mengoptimalkan raihan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta meningkatkan efisiensi belanja daerah. Penerapan sistem ini diyakini mampu menciptakan skema penganggaran yang jauh lebih transparan, bersih, dan akuntabel.
Selain berfungsi sebagai forum teknis, pertemuan lintas provinsi ini juga menjadi ajang silaturahmi pimpinan daerah. Agenda ini dihadiri langsung oleh Gubernur Kalsel Muhidin, bupati dan wali kota se-Kalsel, serta unsur Forkopimda dari kedua provinsi yang bertetangga tersebut.
Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran menyatakan sangat menyambut baik pelaksanaan HLM TP2DD wilayah Kalsel yang digelar di Bumi Tambun Bungai. Ia menilai pemilihan lokasi ini mencerminkan hubungan geopolitik yang harmonis serta kolaborasi berkelanjutan antara Kalteng dan Kalsel.
Kehadiran para pemangku kepentingan (stakeholders) utama dalam forum ini membuka ruang interaksi dan komunikasi yang lebih luas untuk memperkuat koordinasi lintas daerah.
Sinergi koridor selatan dan tengah Kalimantan ini diharapkan mampu menciptakan jaringan kerja sama yang lebih terintegrasi dalam mendukung akselerasi pembangunan di seluruh daratan Pulau Kalimantan.
Dipilihnya Palangka Raya sebagai lokomotif kegiatan juga menjadi kesempatan emas bagi kedua provinsi untuk bertukar ide dan pengalaman (sharing session) terkait tantangan geografis serta keberhasilan dalam mengimplementasikan sistem digitalisasi keuangan.
Melalui kolaborasi yang kuat ini, kedua daerah bertetangga tersebut optimistis kualitas pelayanan publik akan semakin meningkat, responsif, dan mampu beradaptasi dengan kebutuhan zaman di era disrupsi digital.
Pertemuan tersebut diakhiri dengan penandatanganan komitmen bersama untuk terus menjaga hubungan baik antarprovinsi di Kalimantan. Sinergitas ini diwujudkan melalui program-program kerja nyata yang berorientasi langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah masing-masing. (bb)
+ There are no comments
Add yours