Jelang Iduladha, Pemprov Kalteng Pastikan Stok Pangan Aman dan Stabil

3 min read

PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) memastikan ketersediaan bahan pokok dan stabilitas harga pangan menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah di wilayah setempat tetap dalam kondisi aman.

Kepastian tersebut diperoleh usai jajaran satgas ketahanan pangan melakukan pemantauan langsung ke sejumlah pasar tradisional, pangkalan LPG, dan Gudang Bulog Regional Kalimantan Tengah di Kota Palangka Raya, Selasa (26/5/2026).

Pemantauan komprehensif ini dipimpin langsung oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalteng, Linae Victoria Aden, bersama instansi terkait.

Kegiatan pengawasan ini menyasar Pasar Besar, Pasar Kahayan, sejumlah pangkalan LPG, serta Gudang Bulog Regional Kalteng di Jalan Tjilik Riwut Km 3.

Linae mengatakan, pemantauan berkala rutin dilakukan menjelang hari besar keagamaan guna memastikan pasokan kebutuhan masyarakat tetap tersedia secara melimpah dan harga komoditas strategis tetap terkendali.

“Menjelang Hari Raya Iduladha, pemerintah melakukan kunjungan ke sejumlah titik untuk mengecek ketersediaan bahan pangan dan perkembangan harga di pasaran. Kita ingin memastikan stok tersedia dan harga tetap stabil bagi masyarakat,” ujar Linae Victoria Aden.

Hasil pemantauan faktual di lapangan menunjukkan sebagian besar kebutuhan pokok masyarakat masih tersedia dalam jumlah memadai dengan fluktuasi harga yang relatif stabil.

Berdasarkan pencatatan, beras SPHP dijual sekitar Rp13.800 per kilogram, bawang merah Rp41.500 per kilogram, bawang putih Rp38.000 per kilogram, serta cabai merah keriting dan cabai merah besar masing-masing sekitar Rp55.000 per kilogram. Sementara untuk cabai rawit merah berada di kisaran Rp57.000 per kilogram.

Untuk klaster komoditas protein hewani, harga daging sapi murni tercatat bertengger di angka Rp140.000 per kilogram dan daging ayam ras Rp40.000 per kilogram.

Sedangkan telur ayam ras dijual sekitar Rp30.000 per kilogram, gula konsumsi Rp17.500 per kilogram, minyak goreng curah dan Minyakita Rp15.700 per liter, serta minyak goreng kemasan eksklusif berkisar Rp22.000 per liter.

Meski terdapat beberapa komoditas yang merangkak naik akibat faktor psikologis pasar menjelang hari raya, Linae menilai kondisi makro pasar secara umum masih cukup terkendali dan belum menunjukkan adanya gejolak yang signifikan.

“Kami melihat memang ada beberapa komoditas yang mengalami sedikit kenaikan harga, tetapi ada juga yang tetap stabil. Kondisi ini diharapkan dapat terus dipertahankan sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan kebutuhan pokok,” katanya.

Kendati pasokan aman, pemerintah daerah dengan tegas mengingatkan para spekulan, pedagang, maupun masyarakat umum agar tidak melakukan aksi borong atau penimbunan barang (hoarding) yang berpotensi mengganggu jalur distribusi nasional dan memicu lonjakan harga liar di pasaran.

“Kami berharap masyarakat dan pedagang tidak melakukan penimbunan. Penimbunan dapat berdampak pada terganggunya distribusi dan memicu kenaikan harga yang pada akhirnya merugikan masyarakat luas,” tegas Pj Sekda Kalteng.

Menurut Linae, Pemprov Kalteng ke depan akan terus melakukan pemantauan ketat dan pengawasan berkala terhadap ketersediaan bahan pokok. Langkah ini menjadi bagian integral dari upaya menjaga ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung visi pembangunan yang diusung Gubernur Kalteng.

“Masyarakat tidak perlu resah karena pemerintah senantiasa berkomitmen mendukung ketersediaan pangan di Kalimantan Tengah. Harapannya, masyarakat dapat merayakan Hari Raya Iduladha dengan aman, nyaman, tertib, dan penuh kebahagiaan,” pungkas Linae Victoria Aden.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours