Berita Bijak – Nasional, Jumat (11/07/2025). Protes dan kekecewaan kini menyelimuti para atlet Riau peraih medali emas, perak, dan perunggu di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON). Beberapa bulan setelah berjuang mengharumkan nama daerah, bonus yang dijanjikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau tak kunjung mereka terima.
Kekecewaan ini memuncak dan menjadi perbincangan hangat di kalangan publik setelah beredarnya video Gubernur Riau, Syamsuar, yang memberikan bonus spontan sebesar Rp 20 juta kepada seorang “bocah pacu jalur”. Aksi sang bocah dalam festival budaya lokal tersebut sebelumnya viral di media sosial. Hal ini menimbulkan perbandingan dan memicu pertanyaan mengenai prioritas pemerintah terhadap atlet berprestasi resmi.
Para atlet merasa ada ketidakadilan, di mana popularitas sesaat di media sosial seolah lebih dihargai daripada medali yang mereka raih melalui perjuangan dan latihan keras bertahun-tahun.
Menanggapi gejolak ini, Pemprov Riau melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) akhirnya memberikan klarifikasi. Kepala Dispora Riau mengakui adanya keterlambatan dalam pencairan bonus dan menyatakan bahwa hal tersebut disebabkan oleh proses administrasi yang sedang dalam tahap finalisasi.
Pihak Dispora berjanji akan segera merealisasikan bonus tersebut dalam waktu dekat. Terkait hadiah untuk “bocah pacu jalur”, dijelaskan bahwa itu adalah bentuk apresiasi spontan untuk mempromosikan kearifan lokal. Kini, para atlet tetap menantikan realisasi janji pemerintah sebagai bukti penghargaan yang nyata atas prestasi mereka.
+ There are no comments
Add yours