Disdagperin Kalteng Integrasikan Edukasi Pangan dan Keterampilan IKM Guna Tekan Stunting

3 min read

Berita Bijak – Palangkaraya.Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) meluncurkan strategi inovatif dalam upaya menekan angka stunting melalui rangkaian kegiatan terpadu.

Program ini mengkolaborasikan edukasi konsumen cerdas dengan peningkatan kapasitas ekonomi kreatif masyarakat guna menciptakan kemandirian keluarga di Bumi Tambun Bungai.

Kegiatan yang digelar secara maraton ini menggabungkan sosialisasi Konsumen Cerdas dalam Memilih Makanan dengan berbagai pelatihan keterampilan teknis.

Di antaranya adalah Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi pengrajin batik, pelatihan bagi tukang las, hingga pelatihan dasar teknik anyaman rotan yang ditujukan bagi para wirausaha baru.

Kepala Disdagperin Kalteng, Norhani, menjelaskan bahwa pendekatan lintas sektor ini dirancang untuk menyentuh akar permasalahan stunting, yakni aspek pengetahuan gizi dan kemampuan finansial keluarga.

Melalui program ini, masyarakat tidak hanya diajarkan cara memilih asupan nutrisi, tetapi juga diberi “kail” untuk meningkatkan taraf ekonomi.

“Program ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya konsumsi makanan bernutrisi serta memperluas peluang ekonomi masyarakat melalui pelatihan keterampilan,” jelas Norhani di Palangka Raya, Jumat (12/12/2025).

Ia menambahkan bahwa peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan pemberdayaan ekonomi kreatif merupakan fondasi utama untuk membangun masyarakat yang lebih mandiri dan tangguh terhadap berbagai isu sosial, termasuk permasalahan kesehatan anak.

Sementara itu, Gubernur Kalteng dalam arahan tertulisnya yang disampaikan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kalteng, Herson B. Aden, mengingatkan bahwa memerangi stunting bukan hanya tugas sektor kesehatan, melainkan tanggung jawab bersama, termasuk masyarakat sebagai konsumen.

“Penurunan stunting memerlukan komitmen konsumen dalam memilih pangan yang aman dan bergizi,” ujar Herson saat membuka kegiatan tersebut.

Dalam kesempatan itu, Herson memberikan panduan praktis bagi masyarakat agar lebih teliti sebelum membeli produk pangan, seperti mengecek kemasan, label, izin edar, hingga tanggal kedaluwarsa.

Selain dari sisi konsumsi, ia juga memberikan perhatian khusus pada sektor produksi, terutama bagi pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang tengah mengikuti pelatihan.

Herson menekankan agar para pelaku IKM tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga mulai menerapkan prinsip keberlanjutan dan standar keamanan produk yang tinggi.

“IKM harus mengembangkan kemampuan dan menerapkan prinsip ramah lingkungan dalam usaha mereka,” tegasnya.

Dengan adanya integrasi antara edukasi kesehatan dan pelatihan teknis, kegiatan ini diharapkan mampu mencetak pelaku usaha kreatif yang kompeten sekaligus masyarakat yang melek gizi.

Melalui keterampilan mengelas, membatik, hingga menganyam rotan, masyarakat diharapkan memiliki penghasilan tambahan yang pada akhirnya dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan bergizi bagi anak-anak mereka.

Kegiatan terpadu ini diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari pengrajin tradisional hingga pemuda yang ingin merintis usaha baru.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen besar Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam mewujudkan target penurunan stunting secara signifikan melalui pemberdayaan ekonomi dan literasi konsumen.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours