Berita Bijak – Palangkaraya (24/04/2025). Gerakan Tanam Padi Serentak kembali digelar Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), kali ini terpusat di Desa Lempuyang, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Rabu (23/4/2025).
Kegiatan yang terhubung secara virtual dengan pusat acara nasional di Ogan Ilir, Sumatera Selatan itu menjadi momentum bagi daerah memperkuat kontribusi terhadap swasembada pangan nasional.
Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran yang hadir langsung meninjau kegiatan tersebut memaparkan capaian tanam padi di provinsinya.
“Tanam padi ini kita kena ditargetkan secara nasional 45 ribu (hektare). Hari ini sudah 23 ribu (hektare) tertanam. Kita ditargetkan 100 ribu (hektare) untuk tahun ini,” jelasnya.
Ia menilai capaian tersebut menjadi dorongan bagi Kalteng untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
“Harapannya ini jadi inspirasi kita semua. Tadi saya dialog dengan masyarakat, supaya menguntungkan, contohnya 1 hektare tadi bisa menghasilkan Rp 65 juta. Ini hal yang luar biasa,” ujar Agustiar.
Di hadapan para petani, Gubernur juga menekankan pentingnya regenerasi dalam sektor pertanian. Ia mengajak generasi muda lebih berani mengambil peran sebagai pelaku usaha tani.
“Pesan untuk anak muda, jangan malu jadi petani. Ini contoh yang luar biasa. Kita lihat ini, jangan malu-malu lagi, jangan kuliah berpikirnya jadi PNS saja. Di daerah kita, petani, kebun yang luar biasa saya rasa,” tegasnya.
Kegiatan di Kotim tersebut juga dihadiri Forkopimda Kalteng, Wakil Ketua DPRD Kalteng Muhammad Ansyari, Dirjen PSP Kementan RI Andi Nur Alamsyah, para kepala daerah, serta jajaran Pemprov Kalteng.
Secara nasional, Presiden RI Prabowo Subianto melalui sambutannya menyampaikan optimisme terhadap masa depan pangan Indonesia.
“Nanti, Indonesia akan memimpin revolusi hijau kedua di dunia. Indonesia tidak hanya swasembada pangan, Indonesia akan menjadi lumbung pangan dunia,” tegas Presiden.
Ia turut mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penguatan sektor pertanian.
“Semuanya bahu-membahu dari semua daerah. Para petani kita adalah kelompok produsen… Kalau pangan kita aman, negara aman,” ujarnya.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman menambahkan bahwa gerakan tanam serentak diikuti 160 kabupaten dengan target tanam 1,3 juta hektare dan produksi 7,5 juta ton gabah bulan ini. Ia menyebut serapan beras nasional saat ini menjadi yang tertinggi dalam satu dekade terakhir, dengan stok terbesar dalam 20 tahun.
+ There are no comments
Add yours