Berita Bijak – Palangkaraya (23/08/2025). Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pemerintah Daerah se-Kalteng membahas strategi optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Acara berlangsung di Aula Jayang Tingang, Kompleks Kantor Gubernur Palangka Raya, Jumat (22/8/2025).
Rakor dipimpin langsung oleh Gubernur H. Agustiar Sabran bersama Wakil Gubernur H. Edy Pratowo, serta dihadiri seluruh Bupati/Wali Kota se-Kalteng, Plt. Sekretaris Daerah Leonard S. Ampung, Staf Ahli Gubernur, Asisten Sekda, dan Kepala OPD di lingkungan Pemprov Kalteng.
Dalam arahannya, Wakil Gubernur Edy Pratowo menegaskan pentingnya memperkuat kemandirian fiskal daerah dengan menggali potensi unggulan di setiap wilayah. Ia menekankan agar kabupaten/kota mampu menyelaraskan strategi bersama Pemprov sehingga Kalimantan Tengah bisa mandiri tanpa terlalu bergantung pada pemerintah pusat.
Edy juga menyoroti masih rendahnya kontribusi sejumlah sektor pajak terhadap PAD, seperti pajak kendaraan bermotor, pajak bahan bakar minyak, pajak air permukaan, pajak alat berat, pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB), hingga bea balik nama kendaraan. Menurutnya, melalui Rakor ini, Gubernur ingin mengetahui langkah strategis yang disiapkan Bupati dan Wali Kota dalam berkolaborasi meningkatkan PAD.
Rakor dilanjutkan dengan diskusi yang dipandu Plt. Sekda Leonard S. Ampung. Para kepala daerah menyampaikan strategi masing-masing dalam mengoptimalkan PAD sesuai kondisi daerah. Dari hasil pembahasan, disepakati tindak lanjut akan dilakukan dengan membagi zonasi wilayah barat, tengah, dan timur, sesuai karakteristik potensi daerah masing-masing.
Gubernur H. Agustiar Sabran mengapresiasi komitmen kepala daerah dalam memperkuat kemandirian fiskal. Menurutnya, niat dan tekad menjadi kunci dalam mewujudkan optimalisasi PAD. Ia menegaskan, apabila upaya ini berjalan dengan baik, pembangunan di Kalimantan Tengah akan lebih mudah terealisasi. Selain itu, Gubernur juga meminta perhatian pada pengembangan Koperasi Merah Putih yang dinilai mampu mendorong perekonomian masyarakat hingga tingkat desa dan kelurahan.
Rakor ini menjadi langkah penting dalam menyatukan strategi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Dengan optimalisasi PAD, Kalimantan Tengah diharapkan semakin mandiri secara fiskal dan tidak hanya mengandalkan dana transfer dari pemerintah pusat.
+ There are no comments
Add yours