Sinergi Lintas Sektor, Pemprov Kalteng Pacu Infrastruktur Pangan Dukung Makan Bergizi Gratis

2 min read

Berita Bijak – Palangkaraya. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) menegaskan komitmen penuh dalam mengawal implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar berjalan optimal dan tepat sasaran.

Fokus utama saat ini adalah memperkuat sinergi lintas sektor serta mempercepat pembangunan infrastruktur pendukung guna menjamin keberlanjutan program nasional tersebut di seluruh wilayah Bumi Tambun Bungai.

Komitmen tersebut dibahas secara mendalam dalam audiensi antara Badan Gizi Nasional (BGN) dengan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, H. Edy Pratowo, di Ruang Rapat Wakil Gubernur, Rabu (21/1/2026).

Pertemuan ini bertujuan mengevaluasi progres sekaligus memetakan langkah strategis agar MBG memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat lokal.

Wakil Gubernur (Wagub), Edy Pratowo mengungkapkan bahwa Pemprov Kalteng terus bergerak cepat melakukan koordinasi dengan Forkopimda dan instansi vertikal lainnya untuk mengakselerasi pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai pusat distribusi nutrisi di daerah.

“Kita sepakat untuk mempercepat pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kalimantan Tengah,” terang Edy Pratowo.

Selain infrastruktur layanan gizi, Pemprov Kalteng juga memosisikan diri sebagai penjamin ketersediaan bahan pangan.

Edy menjelaskan bahwa sejumlah proyek strategis telah disiapkan sebagai tulang punggung pasokan MBG, mulai dari pembangunan Rice Milling Plant (RMP) modern di Desa Lampuyang, Kotawaringin Timur, hingga pengembangan Rice Milling Unit (RMU) dan Rice to Rice (RtR) di Kabupaten Pulang Pisau.

Langkah hilirisasi juga menyasar sektor peternakan dan hortikultura dengan pembangunan pabrik pakan ternak di Parenggean serta optimalisasi sentra tanaman hortikultura di Kalampangan dan Pulang Pisau.

Seluruh inisiatif ini dirancang agar bahan baku Makan Bergizi Gratis dapat dipasok sepenuhnya dari hasil bumi Kalimantan Tengah sendiri.

Senada dengan hal tersebut, Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN, Letjen Dadang Hendrayuda, menekankan bahwa MBG bukan sekadar program kesehatan, melainkan motor penggerak ekonomi berantai (multiplier effect) di daerah.

Ia memuji langkah proaktif Pemda dalam menyiapkan rantai pasok mandiri.

“Kolaborasi antara TNI, Polri, Pemda dan swasta sehingga semua koordinasi terlaksana dengan baik. Pemerintah Daerah memastikan ketersediaan bahan pangan,” ujar Dadang dalam audiensi tersebut.

Meski demikian, Wagub Edy Pratowo tidak menampik bahwa tantangan geografis Kalimantan Tengah yang sangat luas dan memiliki wilayah terpencil menjadi hambatan dalam aspek distribusi.

Namun, ia memastikan pemerintah provinsi akan terus mencari solusi inovatif agar setiap siswa di pelosok Kalteng mendapatkan hak yang sama atas program ini.

“Kami mengapresiasi dan terima kasih. Kunjungan ini memberikan semangat bagi kita untuk terus maju bergerak bersama mendukung program Presiden khususnya MBG di Kalteng,” pungkas Wagub.(bb)

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours