Sambangi Balikpapan, Gubernur Kalteng Rangkul Tokoh Adat Dayak Lintas Provinsi

2 min read

Berita Bijak – Balikpapan. Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), H. Agustiar Sabran, menghadiri pertemuan strategis bersama tokoh-tokoh adat Dayak Kalimantan Timur (Kaltim) di Restoran Laut Biru Balikpapan, Senin (4/5/2026).

Pertemuan tersebut digelar sebagai bagian dari akselerasi mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkuat hubungan antarmasyarakat adat lintas provinsi di Pulau Borneo.

Selain itu, forum ini menjadi ajang ramah tamah resmi antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) dengan warga Dayak yang bermukim di Kaltim, khususnya di Kota Balikpapan.

Langkah ini dibidik guna membangun komunikasi yang harmonis serta mempertegas peran sentral masyarakat adat dalam mengawal roda pembangunan regional.

“Pertemuan ini digelar engan tujuan untuk membangun ikatan emosional serta memperkuat sinergi pemerintahan dengan masyarakat adat untuk menciptakan suasana yang kondusif dalam pembangunan,” ujar Gubernur Kalteng Agustiar Sabran di Balikpapan.

Agustiar menegaskan bahwa komitmen menjaga hubungan erat antara birokrasi pemerintahan dan struktur masyarakat adat merupakan fondasi utama yang tidak boleh diabaikan. Sinergitas ini dinilai menjadi kunci dalam menciptakan stabilitas sosial, pelestarian kebudayaan asli, serta kemajuan daerah secara makro.

Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut dihadiri oleh berbagai unsur representasi masyarakat adat di Kaltim. Di antaranya pengurus Dewan Adat Dayak (DAD) Balikpapan, tokoh Dayak Kenyah, Lundayeh, Dayak Paser, Dayak Paser Balik, Kapakat Isen Mulang, serta perwakilan warga Dusun, Maanyan, dan Lawangan (Dusmala).

Melalui forum tatap muka tersebut, diharapkan mampu melahirkan kesepahaman dan kesepakatan kolektif yang lebih kokoh antara masyarakat Dayak Kalteng dan Kaltim.

Khususnya dalam membentengi keharmonisan daerah, memperkuat identitas kultural, serta mendukung penuh arah pembangunan yang inklusif di Kalimantan.

Pemprov Kalteng memandang kolaborasi kebudayaan lintas batas wilayah dengan komunitas adat sebagai langkah geopolitik yang sangat strategis.

Sinergi ini diyakini ampuh dalam memperkokoh persatuan nasional, memperluas jejaring kemitraan pembangunan, serta menjaga keberlanjutan warisan leluhur Dayak di tengah masifnya perkembangan regional saat ini. (bb)

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours