Berita Bijak – Ekonomi. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,28 persen ke level 5.820,79 pada perdagangan terakhir. Pelemahan ini dipicu meningkatnya kehati-hatian investor terhadap perkembangan geopolitik global, ekspektasi suku bunga, serta proses evaluasi pasar modal Indonesia oleh MSCI.
Investor masih memilih menunggu kepastian sejumlah sentimen sebelum kembali meningkatkan aktivitas beli di pasar saham domestik.
IHSG turun 75,34 poin atau 1,28 persen ke posisi 5.820,79, sementara indeks LQ45 juga terkoreksi ke level 573,01. Tekanan jual terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global sehingga pelaku pasar cenderung mengurangi eksposur pada aset berisiko.
Selain sentimen global, perhatian investor juga tertuju pada keputusan MSCI yang memperpanjang evaluasi status Indonesia sebagai pasar berkembang hingga November 2026. Langkah tersebut membuat investor asing masih bersikap selektif dalam menempatkan dana di pasar saham Indonesia.
Meski demikian, aktivitas perdagangan tetap berlangsung normal dan pelaku pasar kini menantikan perkembangan ekonomi global serta kebijakan regulator yang dinilai dapat menjadi penentu arah pergerakan IHSG dalam beberapa waktu ke depan.
Pergerakan IHSG masih dibayangi kombinasi sentimen global dan domestik. Investor diperkirakan tetap berhati-hati hingga muncul katalis positif yang mampu mendorong minat beli kembali di pasar saham Indonesia. (Bumi)
+ There are no comments
Add yours