PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), H. Agustiar Sabran secara resmi membuka pergelaran akbar Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) Tahun 2026.
Pembukaan ajang bergengsi ini dirangkai langsung dengan pelepasan parade Karnaval Budaya lintas kabupaten/kota serta peresmian pameran pembangunan Kalteng Expo di Ibu Kota Provinsi, Minggu (17/5/2026).
Prosesi pembukaan yang dipusatkan di kawasan ikonik Bundaran Besar Palangka Raya tersebut berlangsung semarak.
Agenda ini dihadiri oleh Ketua TP-PKK Kalteng Aisyah Thisia Agustiar Sabran, unsur Forkopimda, serta ribuan masyarakat yang antusias menyaksikan warna-warni atraksi eksotis seni tradisi Dayak.
Dalam sambutannya, Gubernur Agustiar Sabran mengungkapkan rasa bangganya karena FBIM kini semakin memperkokoh posisinya di kancah domestik. Hal tersebut menyusul keberhasilan festival tahunan ini menembus kalender wisata unggulan Kementerian Pariwisata, Karisma Event Nusantara (KEN) 2026.
“FBIM bukan hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga sarana memperkenalkan kekayaan seni dan tradisi Kalimantan Tengah kepada masyarakat luas,” ujar Gubernur Agustiar Sabran.
Agustiar menegaskan, Pemprov Kalteng berkomitmen penuh menjadikan sektor kebudayaan dan pariwisata sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru (new engine of economic growth).
Kehadiran wisatawan nasional hingga mancanegara dalam momentum ini diyakini mampu memberikan dampak kesejahteraan yang instan dan nyata bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.
Sementara itu, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kalteng, Linae Victoria Aden, menjelaskan bahwa rangkaian FBIM 2026 merupakan kado istimewa yang dipersembahkan pemerintah daerah dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah.
“FBIM menjadi wadah pemersatu masyarakat dengan semangat Huma Betang, di mana keberagaman suku dan budaya dapat berpadu dalam harmoni,” kata Linae Victoria Aden.
Ia menambahkan, festival tahunan ini dirancang secara inklusif untuk memajukan industri kreatif daerah. Caranya yakni dengan melibatkan ratusan seniman, pengrajin, hingga pelaku kuliner tradisional di sepanjang lokasi penyelenggaraan.
Sesuai jadwal, FBIM 2026 akan berlangsung selama sepekan penuh hingga 23 Mei mendatang.
Berbagai lomba ketangkasan dan olahraga tradisional siap dipertandingkan, mulai dari manyipet (sumpit), permainan rakyat habayang (gasing), manjawet uwei (menganyam rotan), sepak bola api (sepak sawut), hingga kontes bergengsi Pemilihan Jagau dan Nyai Kalteng 2026.
Guna menampung tingginya animo kepesertaan kontingen, agenda perlombaan disebar di beberapa titik strategis Kota Palangka Raya.
Lokasi tersebut meliputi GOR Indoor Serbaguna, kawasan bawah Jembatan Kahayan, Stadion Tuah Pahoe, serta halaman Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Kalteng.
+ There are no comments
Add yours