PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), H. Agustiar Sabran secara resmi membuka kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak di kawasan Bundaran Besar Palangka Raya, Senin (18/5/2026).
Langkah taktis ini diambil sebagai instrumen strategis pengendalian inflasi daerah sekaligus menjaga stabilitas daya beli masyarakat menjelang puncak Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah pada 23 Mei 2026.
Pasar murah yang menyediakan ribuan komoditas pangan pokok dengan harga di bawah standar pasar ini menjadi bentuk kehadiran langsung pemerintah di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok.
Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, menegaskan bahwa Gerakan Pangan Murah merupakan komitmen nyata pemerintah daerah untuk mendahulukan kepentingan masyarakat, khususnya dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di tingkat konsumen.
“Pemerintah hadir untuk memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terjangkau. Gerakan Pangan Murah ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat ekonomi kecil, termasuk PNS Golongan I dan II serta PPPK, agar dapat memenuhi kebutuhan pangan dengan harga lebih murah,” ujar Agustiar Sabran.
Agustiar menambahkan, akselerasi pembangunan dan penanganan inflasi di “Bumi Tambun Bungai” tidak bisa bertumpu pada satu sektor semata.
Diperlukan konsolidasi yang kuat antarlembaga guna menyukseskan program pembangunan daerah sekaligus mendukung program Asta Cita Presiden Republik Indonesia menuju visi Kalteng Berkah dan Maju.
Sementara itu, Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalteng, Linae Victoria Aden, dalam laporan teknisnya memaparkan bahwa program GPM ini merupakan hasil kolaborasi masif lintas sektor yang melibatkan berbagai dinas teknis dan badan usaha milik negara (BUMN).
Aksi intervensi pasar ini didukung penuh oleh Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan, Dinas Koperasi dan UKM, serta Perum Bulog Kalteng.
“Kegiatan tersebut menyasar lebih dari 5.600 penerima manfaat yang terdiri dari PNS Golongan I dan II, PPPK baik penuh waktu maupun paruh waktu, tenaga outsourcing, serta masyarakat ekonomi kecil,” kata Linae Victoria Aden.
Melalui penyediaan paket pangan murah terintegrasi ini, Pemprov Kalteng optimistis dapat meredam lonjakan harga (spike) komoditas pangan pokok di pasaran. Langkah ini juga diharapkan memberikan rasa aman bagi konsumen, serta secara makro berkontribusi nyata dalam menekan laju indeks harga konsumen di tingkat provinsi.
+ There are no comments
Add yours