Sudah Saatnya Putra Borneo Memimpin Republik

Berita Bijak – Palangka Raya. Narasi kepemimpinan nasional (Presiden/Wapres) Indonesia sudah terlalu lama terjebak dalam bayang-bayang politik “Jawa-sentris”. Meski sejarah mencatat tokoh luar Jawa seperti Hamzah Haz (Wapres asal Kalimantan Barat, 2001–2004) pernah berada di puncak, kerinduan melihat putra-putri terbaik Bumi Borneo memimpin kembali RI-1 atau RI-2 kini bukan lagi sekadar romatika politik, melainkan sebuah urgensi sejarah.


Ada tiga alasan kuat mengapa Kalimantan sangat layak melahirkan pemimpin nasional masa depan:
1. Pusat Gravitasi Baru Kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur telah menggeser episentrum bangsa.
Transisi besar ini akan jauh lebih paripurna jika dipimpin oleh figur yang paham betul karakteristik dan tantangan riil tanah
Kalimantan.
2. Miniatur Indonesia
Sebagai pulau yang heterogen namun minim konflik horizontal, Kalimantan adalah laboratorium toleransi. Pemimpin yang lahir dari rahim Borneo memiliki modal sosial yang kuat: inklusif dan cakap merajut persatuan.
3. Kesiapan SDM Kalimantan tidak pernah kekurangan stok intelektual, teknokrat, maupun kepala daerah visioner yang punya kompetensi setara di panggung nasional.


Tantangan terbesarnya kini ada pada partai politik, yang sering kali masih terjebak kalkulasi elektoral berbasis kepadatan jumlah pemilih di Pulau Jawa. Pola pikir pragmatis ini harus didobrak.
Menaruh tokoh Kalimantan di kursi Presiden atau Wakil Presiden bukan soal bagi-bagi jatah kekuasaan, melainkan penegasan esensi Bhinneka Tunggal Ika. Sudah saatnya Indonesia tidak hanya mengeruk kekayaan alam Borneo, tetapi juga memercayakan kemudi republik ini kepada putra-putri terbaiknya.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours