PALANGKA RAYA – Guna mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjelang puncak musim kemarau, Kementerian Kehutanan RI bersama Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah bergerak cepat melakukan patroli udara. Langkah ini diambil sebagai upaya deteksi dini untuk memetakan wilayah-wilayah yang memiliki risiko tinggi mengalami kebakaran.
Patroli udara kali ini dipimpin langsung oleh tim dari Kementerian Kehutanan RI, yaitu Novia Widya Ningtyas (SAM Bidang Revitalisasi Industri Kehutanan) dan Thomas Nifinluri (Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan), dengan didampingi oleh Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalteng, H. Agustan Saining.
Pemantauan difokuskan pada sejumlah wilayah krusial di Kabupaten Pulang Pisau, yang meliputi Kecamatan Jabiren Raya, Kahayan Kuala, dan Sebangau Kuala. Dari hasil pengamatan langsung di lapangan, tim menemukan beberapa area dengan kondisi lahan yang mulai mengering dan berpotensi memicu titik api jika tidak segera diantisipasi.
Kepala Dinas Kehutanan Kalteng, H. Agustan Saining, menegaskan bahwa patroli udara ini sangat krusial untuk memetakan wilayah rawan secara akurat. Dengan data tersebut, langkah penanganan di lapangan diharapkan bisa berjalan lebih cepat dan tepat sasaran sebelum api meluas.
“Pencegahan adalah yang paling utama. Kami sangat berharap sinergi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA), hingga warga sekitar hutan dapat terus diperkuat,” ujar Agustan pada Jumat (17/7/2026) siang.
Ia juga mengimbau masyarakat luas untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar, serta segera melaporkan kepada petugas terdekat jika melihat adanya kemunculan titik api sekecil apa pun. Langkah kolaboratif antara pemerintah pusat dan daerah ini diharapkan mampu menekan risiko karhutla di Kalimantan Tengah, yang secara historis merupakan salah satu provinsi dengan tingkat kerawanan kebakaran hutan cukup tinggi setiap tahunnya. (*)
+ There are no comments
Add yours