Sasar Stabilitas Harga, Pemprov Kalteng Siapkan Pabrik Pakan hingga Rice Milling Unit

2 min read

Berita Bijak – Palangkaraya. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) memperkuat langkah taktis pengendalian inflasi melalui implementasi berbagai program strategis.

Langkah intervensi ini diambil guna menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus mempertegas ketahanan pangan daerah.

Fokus utama pemprov saat ini diarahkan pada penguatan Gerakan Pangan Murah (GPM) dan akselerasi penyaluran bantuan pangan. Upaya tersebut diintensifkan khususnya menjelang rangkaian hari besar keagamaan yang jatuh pada bulan Mei mendatang.

Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Kalteng, Yuas Elko, menyatakan bahwa langkah ini merupakan instruksi langsung dari Gubernur demi memastikan hak masyarakat mendapatkan akses pangan dengan harga terjangkau terpenuhi.

“Langkah yang kami lakukan sesuai arahan Bapak Gubernur, di antaranya mengintensifkan Gerakan Pangan Murah, pasar murah, serta penyaluran bantuan pangan pemerintah kepada masyarakat,” ujar Yuas Elko, Senin (20/4/2026).

Pernyataan tersebut disampaikannya usai mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2026 secara virtual bersama jajaran kementerian terkait dari Kantor Gubernur Kalteng di Palangka Raya.

Yuas menegaskan bahwa operasi pasar bersubsidi akan terus digalakkan secara masif untuk merespons potensi lonjakan permintaan (demand) di tengah masyarakat.

“Menjelang bulan Mei yang terdapat beberapa hari besar keagamaan, kami juga akan terus menggelar operasi pasar agar kondisi harga tetap terkendali,” tambahnya.

Kendati demikian, Pemprov Kalteng tidak hanya bertumpu pada intervensi pasar jangka pendek. Pemerintah daerah kini tengah mematangkan cetak biru strategi jangka panjang melalui hilirisasi sektor pertanian.

Langkah berani ini mencakup pembangunan infrastruktur pengolahan hasil bumi secara mandiri agar daerah tidak lagi bergantung pada pasokan olahan dari luar pulau.

“Ke depan, perlu didukung dengan penyediaan sarana seperti pabrik pakan ternak serta pengembangan unit pengolahan hasil pertanian, termasuk rice milling unit,” jelas Yuas.

Melalui sinergi solid yang dibangun antara Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), Satgas Pangan, dan unsur Forkopimda, pemerintah provinsi optimistis ketersediaan logistik bahan pokok di Kalteng tetap aman serta fluktuasi harga dapat ditekan serendah mungkin. (bb)

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours