Berita Bijak – Ekonomi. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan di zona merah pada Kamis (15/10/2026). Tekanan dari bursa global Wall Street serta bayang-bayang ketidakpastian ekonomi AS membuat laju saham domestik tergerus hingga terkoreksi lebih dari 1%.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup melemah 1,33% atau berkurang sekitar 79 poin ke level 5.863,78. Sepanjang sesi perdagangan hari ini, indeks sempat menyentuh level terendahnya di posisi 5.804.
Sentimen Global: Inflasi AS dan Risiko Geopolitik
Pelemahan bursa saham domestik dipicu oleh kombinasi faktor eksternal. Tekanan Wall Street dan kekhawatiran terkait data inflasi Amerika Serikat menjadi penahan minat risiko (risk appetite) para pelaku pasar.
Kondisi inflasi AS yang masih menjadi perhatian membuat ekspektasi terhadap arah kebijakan suku bunga Bank Sentral AS (The Fed) tetap dibayangi ketidakpastian. Di saat yang sama, meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah turut menambah beban bagi pergerakan aset berisiko di pasar keuangan global dan Asia.
Saham Berkapitalisasi Besar Tertekan
Aksi lepas saham oleh investor berimbas signifikan pada saham-saham berkapitalisasi besar (big caps), termasuk di sektor keuangan dan perbankan utama yang menjadi bobot terbesar IHSG.
Pelemahan IHSG ini juga membawanya menembus level support psikologis di kisaran 5.850 pada pertengahan sesi perdagangan sebelum akhirnya ditutup sedikit membaik di level 5.863,78.
Sikap Pasar dan Antisipasi Pelaku Usaha
Menghadapi tingginya volatilitas pasar saat ini, para analis menyarankan investor untuk mencermati area support teknikal berikutnya dan berhati-hati terhadap potensi risiko koreksi lanjutan. Pelaku pasar diimbau untuk tetap memantau rilis data makroekonomi global serta arah pergerakan nilai tukar regional sebelum mengambil keputusan investasi.
+ There are no comments
Add yours