PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), H. Agustiar Sabran secara resmi menutup Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2026 serta seluruh rangkaian peringatan Hari Jadi ke-69 Kalteng.
Prosesi penutupan tersebut dikemas secara megah melalui gelaran Huma Betang Night (HBN) di kawasan landmark Bundaran Besar Palangka Raya, Sabtu (23/5/2026) malam.
Acara penutupan berlangsung meriah dengan dihadiri unsur Forkopimda Kalteng, Bupati dan Wali Kota se-Kalteng, jajaran Kepala Perangkat Daerah, tokoh adat, serta ribuan masyarakat yang memadati jantung kota Palangka Raya.
Dalam sambutannya, Gubernur Agustiar Sabran menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi aktif dalam menyukseskan rangkaian peringatan hari jadi provinsi tersebut.
Menurut dia, keberhasilan pelaksanaan rangkaian agenda tahun ini menjadi bukti sahih bahwa Provinsi Kalimantan Tengah mampu menyelenggarakan ajang berskala besar secara meriah dan berkualitas, kendati berada di tengah koridor kebijakan efisiensi anggaran daerah.
“Efisiensi jangan dimaknai sebagai pemangkasan anggaran karena setiap rupiah uang rakyat harus benar-benar digunakan untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat,” tegas Gubernur Agustiar Sabran.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa malam pesona Huma Betang Night merupakan manifestasi bentuk rasa syukur pemerintah daerah atas bertambahnya usia Kalimantan Tengah yang dirayakan melekat bersama seluruh elemen masyarakat.
Momentum kultural ini juga sekaligus menjadi pengingat pentingnya merawat rajutan persatuan dan kebersamaan di tengah pluralitas.
Gubernur mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk konsisten menjaga kerukunan serta keharmonisan sosial dengan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur Falsafah Huma Betang. Nilai kearifan lokal ini dinilai harus menjadi fondasi utama dalam mengawal pembangunan daerah menuju kemajuan dan kesejahteraan yang inklusif.
Di tempat yang sama, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalteng, Linae Victoria Aden, melaporkan bahwa FBIM 2026 yang berlangsung selama tujuh hari penuh sejak 17 hingga 23 Mei 2026, sukses menarik perhatian wisatawan serta masyarakat dari berbagai penjuru daerah.
Menurut Linae, festival budaya tahunan ini tidak hanya berfungsi sebagai wadah pelestarian seni dan kebudayaan daerah, melainkan terbukti memberikan stimulan positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat akar rumput.
“Kemudian, Karnaval Budaya juga berkontribusi besar menggerakkan ekonomi kreatif,” imbuh Pj. Sekda Kalteng tersebut dalam laporannya.
Pada malam puncak tersebut, panitia juga mengumumkan para pemenang Karnaval Budaya serta menyerahkan Piala Bergilir Juara Umum FBIM 2026 yang pada periode ini berhasil diboyong oleh kontingen Kabupaten Barito Utara.
Kemegahan malam penutupan semakin semarak dengan suguhan atraksi drone show di langit Kota Palangka Raya, penampilan tarian tradisional, seni lisan karungut dan badeder, hingga hiburan musik dari Sangsaka Band, Ling Ling Puput, Melly Lee, serta penampilan pamungkas grup musik nasional Tipe-X yang menghibur ribuan penonton hingga akhir acara.
+ There are no comments
Add yours