Berita Bijak – Palangkaraya. Akses terhadap air minum yang bersih dan higienis merupakan kebutuhan dasar yang menentukan kualitas kesehatan masyarakat. Namun, kontaminasi sumber air akibat polusi lingkungan dan bakteri tersembunyi masih menjadi tantangan di banyak wilayah.
Secara fisik, air minum yang sehat harus memenuhi syarat tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa. Perubahan mendasar pada salah satu unsur tersebut menjadi indikasi awal bahwa air telah tercemar oleh zat kimia berbahaya atau mikroorganisme.
Selain ciri fisik, kontaminasi bakteri seperti Escherichia coli (E. coli) sering kali tidak kasat mata dan hanya bisa diketahui melalui uji laboratorium. Bakteri ini umumnya berasal dari sanitasi yang buruk dan dapat memicu gangguan pencernaan akut seperti diare.
Pakar kesehatan mengingatkan bahwa mengonsumsi air yang terkontaminasi dalam jangka panjang dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh. Pada anak-anak, kondisi ini berisiko menghambat penyerapan nutrisi dan memicu gangguan pertumbuhan (stunting).
Untuk memastikan keamanan konsumsi, masyarakat diimbau untuk selalu memasak air hingga mendidih sempurna sebelum diminum. Penggunaan sistem filtrasi yang teruji atau mengonsumsi air kemasan yang telah memiliki izin edar resmi juga menjadi langkah preventif yang direkomendasikan. (bb)
+ There are no comments
Add yours