Berita Bijak – Internasional. Presiden Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva, kembali menegaskan komitmen diplomatik negaranya dalam mendukung kemerdekaan Palestina serta mengkritik keras kebijakan militer pemerintah Israel di Jalur Gaza. Langkah ini menandai pergeseran signifikan dalam arah kebijakan luar negeri Brasil dibandingkan era pemerintahan sebelumnya.
Sejak kembali memimpin Brasil, Lula secara konsisten menyuarakan solidaritas terhadap rakyat Palestina di berbagai forum internasional. Pemimpin veteran tersebut mendesak penghentian kekerasan serta mendorong penegakan solusi dua negara (two-state solution) demi terwujudnya pengakuan penuh atas kedaulatan Palestina.
Lula secara khusus menyoroti tingginya angka korban jiwa dari kalangan sipil akibat operasi militer Israel di Gaza, terutama perempuan dan anak-anak. Ia menilai dampak kemanusiaan yang ditimbulkan telah melampaui batas-batas hukum internasional.
“Ini bukan sekadar konflik antar tentara, melainkan situasi yang berdampak sangat berat bagi perempuan dan anak-anak sipil. Dunia tidak boleh berdiam diri melihat kondisi ini,” tegas Lula dalam salah satu forum global.
Sikap kritis Lula terhadap kebijakan militer dan ideologi Zionisme radikal sempat memicu dinamika diplomatik antara Brasilia dan Tel Aviv. Meski demikian, pemerintah Brasil menyatakan tetap berkomitmen menyuarakan perlindungan hak asasi manusia dan penyelesaian konflik yang adil di tingkat global.
Sikap tegas Lula terhadap isu Palestina sejatinya melanjutkan garis kebijakan yang ia bangun pada periode kepemimpinannya terdahulu (2003–2010). Kala itu, Brasil menjadi salah satu negara di Amerika Latin yang secara resmi mengakui Negara Palestina berdasarkan batas wilayah tahun 1967.
Kembali berkuasanya Lula sekaligus membalikkan arah diplomasi luar negeri Brasil dari era Presiden Jair Bolsonaro yang berhaluan pro-Israel. Di bawah kepemimpinan Lula da Silva, Brasil kembali memperkuat posisinya di antara negara-negara Global South dalam menyuarakan hak-hak kemerdekaan dan penegakan hukum internasional.
+ There are no comments
Add yours