Berita Bijak – EKONOMI. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali dibuka melemah pada perdagangan Jumat (23/10/2026) pagi. Pergerakan mata uang Garuda terpantau berada di kisaran Rp18.067 hingga Rp18.076 per dolar AS, terdepresiasi sekitar 0,09% dibandingkan penutupan perdagangan hari sebelumnya di level Rp18.060 per dolar AS.
Tekanan terhadap mata uang domestik dipengaruhi oleh kombinasi dinamika sentimen global (risk-off) serta penyesuaian kebijakan moneter dan makroprudensial dalam negeri.
Di ranah global, pasar dipengaruhi oleh kekhawatiran geopolitik yang masih berlanjut di Timur Tengah, dinamika fiskal Eropa, hingga gejolak sentimen di sektor teknologi. Faktor-faktor tersebut mendorong sebagian pelaku pasar global mengambil sikap lebih hati-hati terhadap aset-aset emerging markets.
Sementara dari ranah domestik, pergerakan rupiah mengikuti respons pasar atas langkah Bank Indonesia (BI) yang tetap mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) di posisi 5,75%. Di saat bersamaan, Bank Indonesia melanjutkan kelonggaran likuiditas makroprudensial dengan memangkas Giro Wajib Minimum (GWM) bagi perbankan sebesar 2% guna memperkuat kecukupan likuiditas mata uang rupiah di dalam negeri.
Analis pasar uang memperkirakan pergerakan nilai tukar rupiah sepanjang hari ini akan berada pada kisaran Rp17.900 hingga Rp18.100 per dolar AS. Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk tetap berada di pasar melalui strategi intervensi dan optimalisasi instrumen monetary guna menjaga stabilitas nilai tukar serta menahan tekanan eksternal lebih lanjut.
+ There are no comments
Add yours