BERITA BIJAK – PALANGKA RAYA. Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali menjadi ujian berat bagi ketahanan sosial dan lingkungan di daerah. Asap tebal, ancaman kesehatan, hingga gangguan roda ekonomi adalah dampak nyata yang harus ditanggung oleh seluruh lapisan masyarakat. Di tengah situasi krisis ini, sangat disayangkan jika isu penanganan Karhutla justru diseret ke ranah politik praktis yang memecah belah.
Menyalahkan satu pihak semata—seperti melimpahkan seluruh beban dan tuduhan hanya kepada kepala daerah—adalah langkah yang tidak memecahkan akar masalah. Karhutla bukanlah isu tunggal yang bisa diselesaikan oleh satu figur atau satu instansi saja. Karhutla adalah bencana multidimensi yang membutuhkan tanggap darurat, manajemen pencegahan, serta kesadaran kolektif dari seluruh pemangku kepentingan.
Untuk menghadapi ancaman tahunan ini, penanganan Karhutla harus didasarkan pada prinsip gotong royong dan tanggung jawab bersama melalui beberapa langkah berikut:
- Kolaborasi Lintas Sektor: Pemerintah Provinsi, DPRD, aparat keamanan (TNI/Polri), dan instansi teknis harus berada dalam satu baris komando yang solid.
- Peran Serta Masyarakat & Swasta: Kepatuhan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta komitmen perusahaan perkebunan/kehutanan dalam menjaga konsesinya adalah kunci utama pencegahan.
- Forum Dialog Konsensus: Dibutuhkan wadah duduk bersama yang melibatkan tokoh masyarakat, akademisi, dan aktivis lingkungan untuk merumuskan solusi jangka panjang, bukan sekadar respons pemadam kebakaran saat krisis terjadi.
Menolak Politisasi Bencana
Memanfaatkan bencana ekologis untuk agenda politik singkat, provokasi, atau memicu demonstrasi berlebihan hanya akan mengalihkan fokus utama dari penanganan asap. Risiko terbesar dari politisasi ini adalah lahirnya konflik horizontal di tengah masyarakat yang seharusnya bersatu menghadapi bencana.
Saat ini yang dibutuhkan warga bukan silang pendapat atau saling menunjuk siapa yang paling bersalah, melainkan aksi nyata di lapangan dan sinergi antar-elemen daerah. Karhutla adalah musuh bersama; penanggulangannya pun harus menjadi komitmen bersama demi menyelamatkan lingkungan dan masa depan daerah.
+ There are no comments
Add yours