Klarifikasi Raffi Ahmad & Willie Salim Usai Acara Sumpah Pemuda di Bundaran HI Diduga Dijejali ‘Mahasiswa Bayaran’

2 min read

BERITA BIJAK – NASIONAL. Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 yang digelar di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Kamis (29/10/2026) mendadak berujung polemik publik. Acara yang diniatkan sebagai wadah kebersamaan dan penguatan persatuan generasi muda tersebut panjir kritik setelah beredarnya pengakuan massa yang dibayar serta keterlibatan dua figur publik ternama, Raffi Ahmad dan Willie Salim.

Kedok ‘Mahasiswa Bayaran’ dan Pencatutan Almamater Kampus

Kericuhan di media sosial bermula saat cuplikan wawancara lapangan menunjukkan beberapa peserta aksi mengenakan jaket almamater kampus. Salah seorang peserta bernama Bayu Setiadi (alias Dino) yang tertangkap kamera memakai almamater Universitas Dian Nusantara (Undira) akhirnya menyampaikan video klarifikasi terbuka.

Bayu mengaku bahwa dirinya sama sekali bukan mahasiswa Undira, melainkan warga biasa yang diminta hadir dalam acara deklarasi tersebut melalui ajakan sebuah komunitas dengan mendapat imbalan uang (dibayar). Ia juga menyebutkan bahwa atribut almamater kampus yang dipakainya dibagikan oleh pihak panitia/penyelenggara tanpa ia ketahui asal-usulnya. Kejadian serupa juga disorot pada peserta lain yang mengenakan atribut almamater Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI).

Sontak pengakuan tersebut menyulut amarah netizen. Acara yang mengusung narasi perwakilan suara mahasiswa Indonesia itu dinilai publik hanya sebagai gimik politik atau kegiatan settingan yang memobilisasi massa bayaran demi rekayasa pencitraan.

Nama Raffi Ahmad dan Willie Salim Ikut Terseret

Kemunculan Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, serta kreator konten papan atas Willie Salim di atas panggung acara membuat isu ini kian membesar. Kehadiran mereka awalnya dianggap memberi legitimasi dan perhatian luas terhadap acara tersebut. Namun, begitu tuduhan pengerahan massa bayaran menyeruak, kritik netizen langsung menyasar keduanya.

Menanggapi gelombang desakan publik, Raffi Ahmad dan Willie Salim merilis pernyataan klarifikasi secara terpisah:

  • Klarifikasi Raffi Ahmad: Raffi menegaskan bahwa kehadirannya semata-mata untuk memenuhi undangan yang diterimanya secara mendadak pada malam sebelum acara. Ia menyatakan tidak terlibat dalam perencanaan teknis, penyusunan acara, maupun pengerahan peserta dan massa di lapangan.
  • Klarifikasi & Permohonan Maaf Willie Salim: Willie Salim juga membantah tuduhan bahwa ia menerima uang atau imbalan untuk menghadiri deklarasi tersebut. Willie mengaku ia murni datang atas dasar undangan untuk mendukung gerakan pemuda. Meski begitu, ia menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada masyarakat atas ketidaktelitiannya dalam mencari tahu latar belakang dan konteks penyelenggaraan acara sebelum memutuskan untuk hadir.

Hingga saat ini, polemik tersebut menjadi pelajaran penting terkait pentingnya transparansi penyelenggaraan kegiatan publik serta kehati-hatian figur publik dalam memverifikasi acara yang membawa nama gerakan mahasiswa.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours